Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Blog "Panduan Haji dan Umrah"



Sehabis mengirimkan naskah buku "Panduan Lengkap Microsoft Access 2013" ke penerbit, saya merasa mempunyai waktu untuk mempublikasikan bahan-bahan yang saya kumpulkan berkaitan dengan Haji dan Umrah. Jadilah saya membuat sebuah blog baru dengan alamat:


Tetapi saya tetap harus menulis ulang informasi-informasi tersebut agar lebih mudah dipahami, dan dipilihkan yang relevan dan penting saja. Yah, namanya menulis ulang, membutuhkan waktu. Jadinya kudu bertahap juga. Biarlah, asal sudah dimulai, mudah-mudahan bisa istiqomah melanjutkannya.

Mangga disimak... dan follow saja by email agar setiap saya melakukan update, Anda mendapatkan informasinya.

MyQuran Explorer

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.
Tiada lagi kata yang lebih bisa menggambarkan rasa hati saya ketika merilis program MyQuran Explorer kecuali pujian kepada Tuhan Alam Semesta yang telah memberikan kemampuan dan kesempatan kepada saya untuk untuk mewujudkan karya tersebut.

Terus terang saya sudah lama sekali mencoba membuat "program Al-Quran" ini. Setapak demi setapak saya menempuhnya, di samping kesibukan saya dan urgensi program tersebut.

Banyak program/aplikasi serupa untuk "mengexplore" Al-Quran, namun saya masih tidak puas juga. Akhirnya, setelah mendapat cukup banyak waktu 'longgar' di kantor, saya kemudian mewujudkannya.

Memang masih belum sempurna (masih jauh dari sempurna), namun paling tidak, semacam itulah program yang saya inginkan. Insya Allah saya akan mengembangkannya terus hingga akhir...

Program MyQuran Explorer ini mempunyai kelebihan dalam pencarian, yaitu fleksibilitas. Kemarin ketika hendak dirilis, saya meminta pendapat rekan terdekat saya, bang Edy Wiyono. Kami lalu membandingkan kemampuan MyQuran Explorer dengan Quran.com yang juga sangat fleksibel dan berkemampuan luar biasa. Kenyataannya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh MyQuran Explorer dan tidak bisa dilakukan pada Quran.com (walaupun banyak kelebihan Quran.com juga dibandingkan MyQuran Explorer :))

Harapan saya, semoga program MyQuran Explorer ini bisa memberi manfaat. "Handy" digunakan karena offline dan hanya terdiri dari sebuah file (tidak perlu instal, dan tidak perlu koneksi Internet).

Bagi rekan-rekan yang berminat, silahkan download di http://MyQuran.RumahAccess.com


Buku "Kisah Perjalanan Haji"

Alhamdulillah, buku "Kisah Perjalanan Haji" yang saya tulis sudah dalam proses penerbitan, insya Allah akan terbit bulan April 2013.

Berikut ini adalah wajah buku disain saya, kemungkinan akan diubah atau diganti oleh penerbit dengan yang lebih bagus.



 


"Sejarah" Sholat

Pagi ini, Selasa 18 Des 2012, saya mendapat BBM dari group Braya Family, dikirim oleh pak H. Mustofa Djamal (HMD). Isinya tentang "sejarah" siapa yang pertama kali sholat.

Supaya tidak menambah/mengurangi, saya kutipkan sbb:

SIAPA YANG PERTAMA KALI SHALAT

Kita umat Nabi Muhammad diwajibakan shalat setelah terjadi isro’ mi’roj. Tetapi siapa sebenarnya pelaku shalat yang pertama kali, pada nabi-nabi sebelum nabi Muhammad?

SHALAT SUBUH
Manusia yang melaksanakan Shalat Subuh pertama kali adalah Nabi Adam AS, ketika Allah menurunkannnya ke dunia (setelah di surga). Adam berada di dunia yang sangat gelap. Ia sangat ketakutan, lantas ia berdoa kepada Allah hingga fajar datang. Oleh karena itu, setiap fajar hampir pecah, adam selalu shalat dua rokaat.

SHALAT DHUHUR
Nabi Ibrahim AS pernah mendapatkan perintah dari Allah untuk menyembelih anaknya. Karena saking cintanya kepada Allah, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah tersebut. Tetapi maha suci Allah dan maha pemurah, maka Nabi Ibrahim tidak jadi menyembelih anaknya, Nabi Ismail sehingga beliau sembahyang empat rokaat.

SHALAT ASHAR
Nabi Yunus AS-lah yang pertama kali shalat Ashar. Saat itu ia sedang berada di dalam perut ikan Nun. Oleh karena Allah maha mengetahui dan maha kuasa, maka Nabi Yunus dapat keluar dari perut ikan Nun, lantas dirinya dimuntahkan di pinggir pantai. Bersyukurlah beliau hingga beliau melakukan sembahyang sebanyak empat rokaaat.

SHALAT MAGHRIB
Umat Nabi Isa pernah dalam keadaan kejahilan dan kebodohan. Allah telah menyelamatkan Nabi Isa dari kaum tersebut, saat itu adalah terbenamnya matahari yaitu keadaan Maghrib, bersyukurlah Nabi Isa kemudian sembahyang sebanyak tiga rokaat.

SHALAT ISYA’
Nabi Musa lah yang pertama kali shalat Isya’. Saat itu beliau sedang tersesat di negeri Madyan. Allah telah memberinya jalan yang benar ketika malam menunjukkan waktu Isya’. Saat itulah beliau bersyukur dan bersembahyang sebanyak empat rokaat.
Ini merupakan informasi baru bagi saya, dan seperti biasa, saya menanyakan sumbernya. Pak HMD memberikan keterangan bahwa informasi tersebut berasal dari pengajian.
Saya kutipkan lagi sbb:
Baru sabtu pagi kemaren waktu ngaji surat Ali-Imran ayat 80 an....dalam catatan terjemahnya di sampaikan bahwa dahulu sebelum Rasulullah SAW, nabi terdahulu juga melaksanakan Sholat...uma tidak seperti Islam melaksanakan 5 Waktu, itu sebabnya saat perintah Sholat 50 waktu, Rasulullah SAW saat mau kembali ke dunia, ketemu Nabi Musa AS, dan diberikanlah saran supaya kembali menghadap Allah SWT untuk minta keringanan, setelah beberapa kali hilir mudik, ditetapkanlah Kewajiban Sholat 5 Waktu..
Kebetulan di kantor saya hari ini ada pengajian rutin, dengan pengisi ceramah
Ust. DR. TGK. H. Gunawan Adnan, M.A. Ph.D dosen IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh (kebetulan beliau sedang mengisi beberapa pengajian di Jakarta). Di akhir acara, kepada beliau saya tanyakan kesohihan informasi di atas. Ternyata beliau juga belum mendengar tentang hal tersebut, dan tidak bisa memberikan keterangan.

Saya, seperti biasa juga, mulai googling, dan menemukan cukup banyak web/blog yang memuatnya. Dari sekian site, saya "tidak" menemukan yang cukup credible untuk memuat informasi ini secara sohih, kecuali satu, yaitu "Situs Resmi Nahdlatul Ulama (NU Online)" (demikian judul situs).
Alamatnya: WWW.NU.OR.ID

Situs lainnya yang saya pilih:
  1. kisahislamiah.blogspot.com
  2. kanal3.wordpress.com
  3. ingatakupadamu.blogspot.com
  4. edelwasse.blogspot.com
  5. indahmasruroh.multiply.com
  6. hafidah-febry.blogspot.com
  7. blog.ub.ac.id/ariarisukmana
  8. bahesti.wordpress.com
Wallahu a'lam, saya masih belum berani menyimpulkan keabsahannya.
Mudah-mudahan rekan yang membaca blog ini bisa menambahkan informasi.
Terima kasih.


BID’AH


Ingatlah bahwa amalan tanpa dasar (baca: bid’ah) bukanlah malah mendekatkan diri seseorang pada Allah, namun malah membuat semakin jauh dari rahmat-Nya. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ayyub As Sikhtiyani -salah seorang tokoh tabi’in- bahwa beliau mengatakan:

مَا ازْدَادَ صَاحِبُ بِدْعَةٍ اِجْتِهَاداً، إِلاَّ ازْدَادَ مِنَ اللهِ بُعْداً
“Semakin giat pelaku bid’ah dalam beribadah, semakin jauh pula ia dari Allah.” (Hilyatul Auliya’, 1: 392).

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)

Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً
Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia menganggapnya baik.” (Lihat Al Ibanah Al Kubro li Ibni Baththoh, 1: 219, Asy Syamilah)

Lantas bagaimana jika amalan yang kita lakukan tanpa dasar atau dalilnya lemah sehingga tidak bisa dijadikan hujjah (pendukung)? Tentu saja amalan tersebut tidak bisa kita amalkan dan kalau tetap diamalkan akan tertolak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)

Sedih di Hari Arafah

Hari ini aku sedih.
Aku lihat temanku, muslim, rajin sholat, tapi dia makan cemilan.
Dia tidak berpuasa.
Ada juga yang merokok, ada yang sekedar makan nasi bungkus di meja, makannya sedikit, tentu.
Tapi dia tidak berpuasa.

Padahal kalau puasa hari ini, 9 Djulhijah, atau hari Arafah, dimana orang yang naik haji sedang wukuf, Allah SWT menjanjikan akan MENGAMPUNI DOSA tahun yang lalu dan tahun yang akan datang. DUA TAHUN! Hanya berpuasa sehari!

Betapa rugi mereka yang tidak tahu, betapa rugi mereka yang tidak melaksanakan!

Ya Allah, ampunanMu lah yang aku pinta, karena banyak dosa yang aku lakukan...
RahmatMu yang aku harapkan, karena dengan rahmatMu lah aku akan masuk surga kelak...

Siapakah yang demikian sombong tidak ingin masuk surga?
Akan kemana dia?

Ya Allah, tunjukilah aku jalan yang lurus, jalan yang engkau ridhai, bukan jalan orang-orang yang sesat dan yang Engkau murkai.
Tunjukilah pula saudara-saudaraku yang masih terlena oleh kesibukan dunia... berilah hidayah kepada mereka ya Allah...

Amin... ya Rabbal Alamin...

Menentukan Awal Ramadhan

Seperti biasanya setiap tahun di negeri kita ini akan repot dalam menentukan awal bulan Ramadhan (dan juga awal bulan Syawal), sementara penentuan awal bulan Hijriyah lainnya tidak pernah dihebohkan. Alasannya adalah karena pada awal Ramadhan ummat Islam harus mulai berpuasa, dan pada awal bulan Syawal tidak boleh (haram) berpuasa. Seperti biasanya pula, di negeri kita ini, akan ada perbedaan di dalam menentukan tanggal 1 Ramadhan dan/atau tanggal 1 Syawal.

Menjelang Ramadhan, seperti biasa juga, akan beredar SMS-SMS permintaan maaf dan info tentang Ramadhan. Salah satu SMS menarik yang saya terima hari ini adalah dari bang Ferry, yang isinya:

"Meskipun pada saat matahari tenggelam nanti sore, usia bulan baru 6 jam - setara dengan ketinggian di bawah 2 derajat sehingga tidak kasat mata - tapi di saat sahur esok hari, usia bulan sudah 16 jam. Sehingga sudah sangat tinggi, untuk memulai berpuasa.. :)
Bagi yang memulai puasa besok, Anda akan berpuasa 30 hari. Sedangkan yang memulai lusa, akan berpuasa 29 hari. Dan Insya Allah, lebarannya akan barsamaan pada tgl 1 Syawal (19/8)."

Perbedaan dalam menghitung (hisab) dan melihat bulan (rukyatul hilal) sudah biasa, namun dari SMS ini ada hal yang cukup menggelitik, yaitu kata-kata "tapi di saat sahur esok hari, usia bulan sudah 16 jam. Sehingga sudah sangat tinggi, untuk memulai berpuasa." Teks tersebut memang diiringi dengan ikon senyum :) oleh aba Ferry, dan ini justru yang menggelitik.

Sepengetahuan saya, penentuan awal bulan itu ditentukan pada sore hari (maghrib), karena hari dalam kalendar Hijriyah dimulai pada saat maghrib. Kalau bulan belum terlihat oleh mata (karena belum cukup tinggi sehingga tidak bisa terlihat), berarti belum masuk hari baru. Nah, kalau pada saat 'sahur', tentu saja bulan sudah tinggi, tetapi itu bukan awal hari....

Karena tergelitik, saya menelpon bang Ferry, ya sekalian silaturrahmi karena sudah lama juga tidak bersua dan bercanda sebagaimana semula... (hehe pakai sajak 'a' :))

Dalam diskusi sempat disebut-sebut tentang teropong dan teknologi baru untuk melihat hilal (bulan). Kata saya, melihat bulan itu harus dengan mata, sebagaimana dilakukan oleh para Sahabat di zaman Nabi SAW. Hal ini tentu sesuai petunjuk Nabi, dan tentu pula petunjuk Nabi pastilah berasal dari Sang Khalik. Mengapa melihat dengan mata? Seharusnya bukan dijawab "karena dulu nggak ada teropong". Jawabannya semestinya menyandarkan kepada 'keadaan' manusia, karena agama ini untuk manusia, mestilah menggunakan ukuran manusia. Manusia sudah dilengkapi dengan indra mata untuk melihat bulan, dan itulah ukuran manusia. Jadi, tidak benarlah kalau sekarang sesudah ada teropong maka penglihatan mata secara kasat menjadi dikesampingkan (tidak diandalkan) lagi.

Well, saya bukan ahlinya, jadi tulisan di atas sekadar urun pendapat saya (lagi-lagi) sebagai manusia biasa :)

Informasi lain yang mungkin lebih akurat bisa dilihat di:
 Wallahu a'lam bishawab

Website Islami

Weberapa website rujukan seputar agama Islam:

http://islamqa.info/id
http://konsultasisyariah.com/

(Mohon kepada pembaca yang mengetahui website Islami lainnya menambahkan melalui Comments. Kalau bisa mencantumkan URL dan sedikit review anda. Terima kasih).

Doa Sehabis Sholat Dhuha

ALLAHUMMA INNADH-DHUHAA'A DHUHAA-UKA
WALBAHAA'A BAHAA-UKA
WAL JAMAALA JAMAALUKA
WAL QUWWATA QUWWATUKA
WAL QUDRATA QUDRATUKA
WAL ISHMATA ISHMATUKA
ALLAHUMMA INGKAANA RIZQI FIS SAMAA'I FA ANZHILHU
WA INGKANA FIL ARDLI FA AKHRIJHU
WA INGKANA MU'AS-SIRAN FA YASSIRHU
WA INGKANA HARAAMAN FA THAHIRHU
WA INGKANA BA'IDAN FA QARRIBHU
BI HAQQI DLUHAA IKA
WA BAHAA IKA
WA JAMAALIKA
WA QUWWATIKA
WA QUDRATIKA
AATINI MAA AATAITA 'IBADAKASH-SHAALIHIIN

Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu waktu dhuhaMu,
keelokan itu adalah keelokanMu,
keindahan itu adalah keindahanMu,
kekuatan itu adalah kekuatanMu,
kekuasaan itu adalah kekuasaanMu,
dan perlindungan itu adalah perlindunganMu

Ya Allah, jika rizkiku ada di atas langit, maka turunkanlah
jika ada di dalam bumi maka keluarkanlah
jika sukar maka mudahkanlah
jika haram maka sucikanlah
dan jika masih jauh maka dekatkanlah

Berkat hak waktu dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu
limpahkanlah kepada kami segala apa yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh.